LANCAR BICARA

Leave a comment

Berkali-kali si 1-2 tahun berkata “Naik ta pucung.” Tahukah Anda apa maksudnya? Setelah mencoba memahami, barulah Anda tahu, ternyata si kecil mau menyanyi lagu “Naik-naik ke puncak gunung”.

Anak usia satu tahun memang ceriwis, tapi kata-katanya sering bikin orang lain bingung. Selain itu dia juga sering kesulitan mengutarakan keinginannya sehingga Anda tak kunjung paham ucapannya. Bantu si kecil lancar berbicara, karena dengan berinteraksi dengan orang tua atau anggota keluarga lainlah si kecil bisa belajar berkomunikasi dengan baik.

  • Tatap wajahnya

Si kecil perlu melihat gerak mulut Anda saat Anda berkata-kata, sehingga ia punya kesempatan belajar memproduksi kata-kata dengan membaca gerak mulut Anda dan menirukannya. Hindari berbicara sambil berlalu atau berbicara dari ruang lain. Turunkan tubuh Anda sehingga sejajar dengan anak, dan tatap matanya saat Anda berbicara.

  • Bukan bahasa bayi

Hindari ikut-ikutan berbahasa bayi, “susu” jadi “cucu”, atau “sayang” jadi “cayang”. Si kecil adalah peniru ulung, sehingga ia akan belajar bahasa yang benar jika Anda berbahasa yang baik dan benar. Jika ia masih cadel, betulkan dengan mengulangi ucapannya. Misalnya dia mengatakan, “Mau cucu,” Anda ulangi ucapannya “Oh, Alya mau susu?”

  • Bicara perlahan

Di usia 1 tahun, perbendaharaan kata si kecil baru sekitar 100 kata sehingga butuh waktu untuk memahami perkataan Anda. Berbicara lebih perlahan, jangan samakan seperti Anda berbicara dengan orang dewasa.

  • Ajukan pertanyaan

Hindari pertanyaan bertubi-tubi, misalnya “Apa ini? Apa yang kamu lakukan? Kenapa begitu?” Bisa-bisa si kecil akan semakin bungkam. Ajukan satu pertanyaan mengenail hal-hal yang disukainya, lalu tatap wajahnya, tunjukkan bahwa Anda menunggu jawabannya.

  • Kata-kata biasa

Perbendaharaan katanya masih terbatas, jangan gunakan kata-kata yang sulit dan jarang digunakan seperti, menawan atau rupawan. Sebaiknya pilih kata-kata seperti cantik, indah atau bagus. Hindari menggunakan bahasa ‘gado-gado’, misalnya bahasa Indonesia campur bahasa Inggris atau bahasa daerah. Ini tidak membantu anak menguasai kedua bahasa itu dengan baik.

  • Eskpresif

Gunakan nada riang, tidak datar tapi juga dengan suara yang keras. Beri tekanan pada kata-kata tertentu, apalagi pada kata-kata yang masih sulit atau masih salah diucapkan si kecil. Sebaiknya Anda gunakan kalimat sederhana yang mudah ditangkap oleh anak, misalnya, “Habis mandi, kita main, yuk.”

  • Narasikan

Ucapkan dengan jelas apa yang Anda lakukan saat Anda bermain atau melakukan kegiatan apapun bersama si kecil. Misalnya, Anda sedang meyiapkan makanan untuk si kecil, “Ibu ambil nasi buat Alya, taruh di piring. Sekarang ibu mau mengambil sayurnya.”

  • Bahasa tubuh

Hal ini untuk memperjelas maksud Anda dan ekspresi Anda ditangkap si kecil. Penelitian Universitas Chicago (2009) mengungkap, penggunaan bahasa tubuh bisa meningkatkan perbendaharaan kata. Anak usia 14 bulan yang sering menggunakan bahasa tubuh seperti melambaikan tangan saat berpisah, atau yang orang tuanya suka menggunakan bahasa tubuh saat berbicara padanya, akan memiliki perbendaharaan kata yang lebih banyak di usia 4,5 tahun.

  • Kalau ia tak mendengar

Pastikan si kecil memperhatikan wajah Anda saat Anda berbicara. Ia akan meniru cara Anda membuka mulut dan mencoba mengucapkan kata yang Anda ucapkan. Tetap berbicara perlahan dan tidak perlu berteriak. Bila si kecil mengalami gangguan pendengaran, berbicaralah dekat di telinganya. Jarak Anda dan si kecil saat berbicara sebaiknya tidak lebih dari 2 meter agar dia masih bisa melihat gerakan bibir Anda. Untuk anak yang mengalami gangguan pendengaran ringan, singkirkan suara-suara yang mengganggu, seperti matikan televisi atau radio saat mengajaknya bicara.

(sumber: Polah Balita seri Ayahbunda)