KEUNGGULAN MENITIPKAN ANAK DI DAYCARE

Banyak alasan yang membuat orangtua memutuskan menitipkan anak di daycare. Ada yang tak percaya dengan pola pengasuhan babysitter atau pembantu. Ada yang ingin leluasa menjenguk anak setiap saat karena daycare dekat dengan kantor. Ada yang cuma sementara karena pengasuh di rumah sedang berhalangan.

Di daycare, semua kebutuhan anak terpenuhi tanpa perlu khawatir: pengasuh, makanan bergizi, permainan edukatif, hingga pengembangan karakter.

“Kalau melihat anak saya sendiri, dia jadi lebih mudah bersosialisasi, lebih berani dan nggak malu bergaul,” kata Balgies, seorang seorang wanita karier yang merasakan betul keuntungan menitipkan anaknya sejak bayi di daycare.

Sebelum memutuskan menitipkan anak di daycare, simak beberapa keuntungan yang umumnya ditawarkan.

1. Aktivitas

Anda tak perlu khawatir dengan kegiatan anak di daycare. Anak biasanya mendapat jadwal kegiatan sesuai kebutuhan dan usia. Pada umumnya balita dan bayi memiliki aktivitas berbeda. Misalnya pada pukul 08.00 atau 09.00, bayi akan diajak berjemur di luar ruang. Sementara di saat sama, balita akan mendapat sarapan pagi. Bahkan di beberapa daycare anak memiliki kesempatan memilih kegiatan sesuai minat dan bakatnya. Ada ballet, modelling class, dan public speaking. Terkadang tersedia pula preschool.

2. Menu sehat

Makanan yang disediakan pada jasa penitipan anak biasanya tak hanya bervariasi, tapi juga memiliki perhitungan nutrisi dan kesehatan. Pemberian makan pun sesuai jadwal, yaitu tiga kali sehari ditambah snack dan buah-buahan segar. Di beberapa tempat, orangtua bahkan memiliki kesempatan ikut memilih menu untuk buah hatinya.

3. Pengasuh

Mereka tentu selalu dalam pengawasan manajemen yang profesional. Tak hanya sabar dan telaten, mereka juga umumnya memiliki kemampuan menjadi teman bermain yang cerdas untuk buah hati Anda. Di beberapa daycare, pengasuh bahkan mendapat bimbingan psikolog dan pelatih profesional. Itulah mengapa banyak lebih mempercayakan anak di daycare daripada babysitter atau pembantu di rumah.

4. Permainan edukatif

Anak-anak diajar mengenai kemampuan dasar seperti menggunakan toilet, mencuci tangan, menyikat gigi, dan makan di meja makan dengan cara yang tepat. Ini dilakukan untuk membiasakan anak menjadi lebih mandiri. Pendidikan moral dan tata krama juga biasanya menjadi perhatian. “Saya mau bikin penitipan ini menjadi bagian keluarga mereka. Panggil saya ibu, panggil anak yang lebih besar kakak, yang lebih kecil adik, anak yang lebih besar juga saya ajarkan mengalah,” ujar Yanita Mayang Sari.

5. Fleksibel

Menitipkan anak di daycare bukan suatu ikatan. Banyak daycare yang menawakan program sesuai kebutuhan konsumen: harian, mingguan, atau bulanan. Tarifnya bervariasi tergantung fasilitas. Ada yang mematok Rp125-Rp180 ribu per hari. Ada pula yang sampai Rp2,5 juta per bulan. Dengan fleksibilitas itu, tak heran jika daycare menjadi laris manis usai Lebaran. Saat babysitter atau pembantu belum kembali, sementara orangtua sudah harus kembali bekerja.

(Pipiet Tri Noorastuti, Stella Maris | Kamis, 23 Agustus 2012, 13:45 WIB VIVAlife – )

This entry was posted in Article.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.