BELAJAR MELALUI BERMAIN

Masih ada sebagian orang yang berpikir bahwa bermain hanya penting untuk mengisi waktu luang anak. Pandangan ini tentu saja tidak benar. Bermain merupakan ‘pekerjaan’ anak, dan alat yang digunakannya untuk ‘bekerja’ adalah alat permainannya. Melalui bermain dan permainan, anak belajar mengenali diri dan dunianya. Melalui bermain pula anak belajar, meneliti serta mengembangkan seluruh aspeknya yaitu fisik, kognitif, emosi dan sosial.

Sejalan dengan perkembangan motorik kasar dan halusnya, bayi usia 6-9 bulan memerlukan berbagai permainan untuk merangsang perkembangan motoriknya. Untuk itu diperlukan berbagai alat permainan yang tidak mudah pecah atau rusak. Karena pada usia ini, bayi juga belajar berbagai bunyi yang ditimbulkan oleh mainannya bila jatuh dan beradu dengan lantai.

Segera setelah bisa merangkak, bayi akan menjelajahi rumah. Apa saja yang ditemukan akan diperiksanya. Karena itu, apa saja yang berada di dalam lemari, di dalam keranjang atau kotak, perlu diperhatikan baik-baik. Jangan meletakkan benda-benda berbahaya di dalamnya. Lebih baik Anda meletakkan benda-benda yang bisa dimakannya dan tidak rusak bila ia melemparnya. Misalnya sendok makan, sendok nasi atau sendok sayur, panci bekas yang tidak rusak, atau karton kemasan susu, yang dapat pula digunakannya untuk bermain.

Melalui alat-alat permainan yang Anda sediakan, bayi akan meniru apa yang Anda lakukan. Bila anak bermain di dekat Anda saat Anda sedang menyiapkan makannya, ia pun akan paham bahwa peralatan yang dipegangnya (sendok, misalnya) dapat digunakan untuk melakukan sesuatu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.